achmad

Upah Pekerja Migran

Upah Pekerja Migran Indonesia Yang Lebih Besar

Reading time:

Upah Pekerja Migran – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berkata remitansi atau pengiriman uang dari luar negeri terbukti sanggup mengangkat rumah tangga Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari jurang kemiskinan.

Bila dilihat dari profil ketenagakerjaan nasional menunjukkan, dari 131 juta angkatan kerja nasional, dekat 77 juta orang ataupun 55, 89 persen berpendidikan SMP ke bawah. Dari komposisi itu, lapangan upaya yang dapat menerima kualifikasi ini tentunya terbatas.

Dengan kesempatan mendapatkan upah yang lebih tinggi, pekerja migran mengaku bisa mencukupi keinginan sehari – hari keluarga dengan lebih baik. Remitansi dari migrasi teruji mengurangi mungkin rumah tangga Pekerja Migran Indonesia jatuh miskin hingga 28 persen, tutur Ida dalam Dialog Memerdekakan Pekerja Migran Indonesia Menuju Indonesia Maju.

Ida menjelaskan, hal itu ialah hasil survey Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik yang menyebut kalau bertugas di luar negara, memungkinkan mereka mendapatkan upah 4 – 6 kali lebih besar dari upah di Indonesia.

Sehingga kesempatan bekerja ke luar negeri menjadi alternatif untuk mendapatkan penghasilan. Namun, harus kita akui mayoritas Pekerja Migran kita baru bisa mengisi pasar kegiatan dengan level keahlian yang terbatas, ucapnya.

lanjut Ida, Pekerja Migran Indonesia terhambur di sebagian negeri semacam di Malaysia sebesar 55 persen, Saudi Arabia 13 persen, Cina Taipei 10 persen, Hong Kong 6 persen, Singapura 5 persen, sisanya tersebar di nyaris 200 negara.

Demikian Ida mengatakan, guna meningkatkan perlindungan kepada pekerja migran, pemerintah telah mempunyai Atase Ketenagakerjaan di 13 negara penempatan, yakni di Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Hongkong, Jordania, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi (Jedah dan Riyad), Taiwan dan Suriah.

Sedangkan itu, dari informasi penempatan yang terdaftar di Sisko TKLN, didapat informasi pada umumnya penempatan sepanjang 5 tahun terakhir dekat 266 ribu orang. Sebelumnya, Pemerintah telah kembali membuka keran pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke luar negeri. Rencananya, pada masa adaptasi kebiasaan terkini (AKB) ini, ada 22 negeri tujuan pengiriman. Namun begitu, Upah Pekerja Migran pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap.

Untuk sementara, Atnaker di Suriah ditutup karena alasan krisis keamanan, pungkasnya. Dengan proporsi pekerja migran perempuan antara 60 – 70 persen lebih tinggi dari laki – laki, dan dalam 3 tahun terakhir didominasi oleh pekerja domestik, yakni sekitar 52 – 55 persen.

Pemerintah Kembali Kirim Pekerja Migran Ke 22 Negara, Ini Daftarnya

Pembukaan ini memang belum serentak, belum ke semua negara, belum untuk semua jabatan, belum pula untuk semua skema penempatan, ujar Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Aris Wahyudi dalam video konferensi.

Berdasarkan hasil evaluasi, Aris menyebutkan 14 negara yang siap menerima Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada tahap pertama. Diantaranya:

  1. Aljazaer
  2. Australia
  3. Hong Kong
  4. Korea
  5. Kuwait
  6. Maladewa
  7. Nigeria
  8. Uni Emiraers Arab
  9. Rohingya
  10. Qatar
  11. Taiwan
  12. Turki
  13. Ambia
  14. Zimbabwe.

Upah Pekerja Migran Permenaker 151/ 2020 Dicabut, Pemerintah Kirim kembali Pekerja Migran ke Luar NegeriSebelumnya, Badan Pelindung Pekerja Migran (BP2MI) mencatat sebanyak 88. 973 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) di sisko BP2MI yang siap berangkat.

Tidak hanya itu, Departemen Ketenagakerjaan pula sudah melaksanakan koordinasi dengan penguasa wilayah yang ialah kantor penyalur tenaga migran. Diantaranya termasuk kesiapan pemerintah daerah untuk penempatan tenaga kerja migran di masa adaptasi kebiasaan baru (ABK). Setelah semuanya dipastikan siap, Ida mengatakan segera dilakukan pembukan setelahnya.

Pembukaan ini akan dilakukan secara berangsur – angsur bersumber pada negeri penempatan yang sudah bisa menerima PMI. Tahapan berdasarkan sektor pekerjaan, yakni dengan mempertimbagkan tingkat kerentanan terpapar covid- 19, Upah Pekerja Migran jenjang berdasarkan proses penempaan, dan tahapan berdasarkan jenis pekerjaannya.

Untuk diketahui, pemerintah resmi membuka kembali penempatan pekerja migran Indonesia. Perihal ini setelah penempatan pekerja migran sempat terhenti sementara akibat pandemi covid- 19.

Guna mendukung percepatan pemulihan nasional serta memperhatikan kebijakan beberapa negara penempatan yang sudah membuka tenaga kerja asing, maka kami memandang perlu untuk membuka kembali peluang untuk calon pekerja migran Indonesia buat bisa bertugas kembali di negara tujuan penempatan, dengan tetap memajukan prinsip proteksi hak – hak pekerja migran dan aturan kesehatan, ujar Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam video konferensi.

Pembukan Kembali penempatan pekerja migran ini ditandai dengan dicabutnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 151-2020 tentang penghentian sementara penempatan pekerja migran indonesia.

Bagi pemerintah, tidak ada untungnya menahan – nahan untuk tidak segera menarik Permenaker 151/ 2020. Pemerintah melihatnya adalah kesiapan secara menyeluruh semua pihak – pihak yang terkait, jelas Ida.

Upah Pekerja Migran – Jadi sekali lagi saya katakan tidak ada untungnya pemerintah untuk menahan – nahan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan itu. Setelah kita bisa pastikan semuanya siap, baru kita lakukan pembukaan kembali, ulang Ida menegaskan.